Jumat, 27 Januari 2012

Percobaan Oksidasi Biologi

I. tujuan:
1. memahami reaksi oksidasi biologi
2. mengidentifikasi adanya enzim dehidrogenasi pada suhu tertentu melalui tes schordinger
3. Mengetahui perbedaan kerja enzim pada suhu segar dan suhu pasteurisasi

II. Dasar teori
enzim dehidrogenasi yang terdapat dalam susu segar mengkatalis perlepasan H dari formaldehid, atom yang dibebaskan akan bereaksi dengan metilen blue membentuk leuko metilen blue. pada susu yang telah dipanaskan sampai 70C (pasteurmilk) enzim tidak aktif.

III. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan
1. tabung reaksi
2. pipet tetes
3. waterbath

b. bahan yang digunakan
1.susu segar
2. susu pasteurisasi (bear brand)
3. metilen blue
4. formal dehid

IV. Prosedur kerja
1. sediakan dua buah tabung reaksi
2. masukkan 5ml susu segar pada tabung reaksi I dan 5ml susu bear brand pada tabung II
3. pada masing-masing tabung reaksi di tambahkan 3 tetes metilen blue dan 1ml formal dehid
4. campurkan larutan dengan baik dan massukkan ke waterbath 65C selama 30menit
5. amati apa yang terjadi

V. Hasil pengamatan
1. susu segar akan berwana biru dan ada endapan putih tidak bercampur.
2. susu pasteurisasi akan berwarna biru dan tidak ada endapan.

VI. Pembahasan
percobaan oksidasi biologi ini bertujuan untuk menguji aktivitas enzim dehidrogenasi yang terdapat dalam susu menggunakan tes schordinger dan mengetahui perbedaan kerja enzim pada susu segar dan pasteurisasi. penggunaan metode schordinger ini bertujuan agar dapat membedakan susu segar dan yang telah di pasteurisasi.

susu segar dan susu pasteurisasi di tambah dengan metilen blue dan formal dehid mengakibatkan enzim yang terdapat dalam susu segar mengkatalis perlepasan hidrogen dari formaldehid, atom Hidrogen yang dibebaskan akan bereaksi dengan metilen blue membentuk leuko metilen blue atau biru keputihan, sedangkan pada susu yang di pasteurisasi warnanya lebih muda lagi. hal ini disebabkan karena susu ini telah dilakukan pemanasan untuk pengawetan sehingga akibat pemanasan enzim dehidrogenasi tidak aktif lagi. dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada susu segar enzim dehidrogenasi masih ada.

VII. Kesimpulan
1. enzim yang terdapat pada susu segar adalah enzim dehidrogenase
2. uji positif tes schordinger ditunjukkan dengan berubahnya warna metilen blue yang disebabkan oleh reaksi reduksi oleh ion hidrogen
3. kerja enzim dapat terhambat oleh pemanasan
4. susu segar lebih bagus dari susu yang dipasteurisasi karena masih memiliki enzim dehidrogenase


VIII. Daftar pustaka

Dahliaty,A. dkk. 2011. Diktat Praktikum Biokimia. Fmipa-UR, Pekanbaru.

Percobaan Empedu

I. Tuuan
1. Mempelajari dan menentukan sifat-sifat empedu
2.menguji dan menentukan emulsifikasi empedu atau cairan empedu
3. Mempelajari dan menguji Pigmen-pigmen empedu

II. Teori
Kandung empedu menyimpan getah empedu yang diproduksi oleh hati diantara waktu-waktu makan. selama pencernaan, kandung empedu akan berkontraksi dan mengalirkan getah empadu secara cepat ke dalam duodenum memalui duktus koledokus. komposisi getah empedu hati berbeda dari getah empedu kandung empedu yang lebih pekat. dari percobaab dan penelusuran literatur diharapakan meahsiswa dapat mengetahui komposisi dan sifat getah empedu meliputi emulsifikasi, netralisasi asam dan eksresinya.

III. Alat dan bahan
a. alat yang digunakan
1.tabung reaksi
2. rak tabung reaksi
3. gelas ukur
4. pipet tetes
5. piknometer
6. botol semprot
7. timbangan

b. bahan yang digunakan
1. empedu pekat
2. cairan empedu 1:10 dan 1:50
3. minyak kelapa
4. asam nitrat pekat
5. larutan iodium 0.5%
6. kertas indikator

IV. Prosedur kerja
a. sifat-sifat empedu
1. celupkan kertas indikator universal kedalam larutan empedu, kemudian cocokkan warnanya dengan standar.
2. amati bau, warna dan pH

b. Berat jenis empedu
1. timbang berat peknometer kosong kemudian masukkan cairan empedu kedalam piknometer.
2. timbang berat piknometer yang berisi cairan empedu, hitung BJ empedu.

c. Emulsi
1. sediakan dua buah tabung reaksi dan beri label E untuk empedu dan C untuk minyak kelapa.
masing-masing tabung dimasukkan 0.5ml aquades
2. kedalam tabung E ditambahkan 0.5ml cairan empedu
3. kedalam tabung C ditambahakan 0.5ml minyak kelapa
4. kedua tabung diaduk secara bersamaan selama 1 menit kemudian dibiarkan.
5. perhatikan warna emulsi yang lebih stabil.

d. Petenkofer untuk asam empedu
1. sebanyak 1.25ml cairan empedu 1:10 dimasukkan kedalam tabung reaksi
2. tambahakan 1.25ml glukosa 5%
3. moringkan tabung reaksi sambil ditambahkan H2SO4 pekat melalui dinding tabung dengan hati-hati hingga terbentuk dua lapisan
4.dinginkan dalam gelas piala yang berisi air dingin.
5. perhatikan warna yang ada pada batas cairan.

e. Pigmen-pigmen empedu
1. Uji Gmelin
  • sediakan dua buah tabung reaksi, masukkan 1.5ml asam nitrat pekat pada masing-masing tabung reaksi.
  • pada taung reaksi A masukkan 1.5ml cairan empedu 1:50 dan pada tabung reaksi B masukkan 1.5ml empedu pekat.
  • catat warna yang terbentuk

2. Uji smith

  • sediakan satu buah tabung reaksi
  • kemudian masukkan lima tetes empedu pada tabung reaksi tersebut.
  • kemudian tambahkan beberapa tetes larutan iodium
  • perhatikan cincin yang terbentuk dibawah lapisan iodium

V. hasil Pengamatan

1. sifat-sifat empedu

a. Bau empedu: amis

warna empedu: Hijau

pH empedu: 6


b. berat jenis empedu adalah 1,13gr/ml

c. emulsi empedu

tabung E = larutan yang berwarna hijau

tabung C = terdapat dua lapisan minyak dan air


d. Petenkoper empedu

menghasilkan warna coklat


e. pigmen-pigmen empedu

1. Uji Gmelin

1.5ml HNO3 + 1.5ml empedu pekat => cincin kening coklat

1.5ml HNO3 + 1.5ml empedu 1:50 +> larutan kuning coklat


2. Uji smith

menghasilkan cincin Hijau tua kecoklatan


VI. Pembahasan

empedu memegang peran penting dalam pencernaan. empedu merupakan cairan yang bersifat asam, dan berwarna hijau yang dieksresikan oleh hepatosit hati pada sebagian besar vertebrata.ada percobaan ini dilakukan beberapa tes pada empedu. empedu menghasilkan bau amis dan berwarna hijau. warna hijau dari cairan empedu ini berasal dari penghancuran eritrosit yaitu biliverdin. untuk menentuka pH empedu, indikator universal dicelupkan kedalam cairan empedu dan diperoleh pH empedu adalah 6 itu menunjukkan bukti bahwa empedu bersifat asam.


pada uji emulsi, cairan empedu dicampur dengan aquades untuk melihat kestabilan emulsi ini, digunakan minyak kelapa yang juga dicampurkan dengan aquades sebagai pembanding. Minyak kelapa akan menghasilkan dua lapisan sedangkan pada aquades akan membentuk larutan hijau. hal ini berarti empedu lebih stabil dari pada minyak kelapa karena terdispersi secara sempurna


pada uji petenkoferuntuk assam empedu, cairan empedu yang diuji adalh cairan empedu 1:10. cairan empedu tersebut direaksikan dengan larutan glukosa 5% dan asam sulfat pekat. dari percobaan, dihasilkan dua lapisan yaitu lapisan atas berwarna hijau mada dan lapisan bawah berwarna bening, sedangkan pada bidang batas cairan empedu dihasilakan cincin coklat. hal ini disebabkan karena asam empedu dengan furfural akan membentuk cincin berwarna pada bidang batas cairan.


pigmen-pigmen empedu sebagian besar berasal dari penghancuran eritrosit yang pigmen utama dan terbanyak berasal dari bilirubin dan biliferdin. pada percobaan pigmen-pigmen empedu dilakukan dengan metoda Gmelin dan smith. pada uji Gmelin digunakan cairan empedu 1:10 dan 1:50 dengan penambahan asam nitrat pekat dan pada uji Smith digunakan cairan empedu 1:10 dengan menambahkan larutan iodium. hasil oksidasi dari pigmen-pigmen empedu akan membentuk bermacam-macam warna.


VII. kesimpulan

  1. empedu adalah cairan bersifat asam yang berwarna hijau yang diekskresikan oleh hepatosit hati pada sebagian besar vertebrata
  2. pada percobaan diperoleh bahwa warna empedu adalah hijau, berbau amis dan mempunyai pH 6
  3. BJ empedu adalah 1,13g/ml
  4. pada uji emulsi, cairan empedu lebih stabil dari pada minyak kelapa karena cairan empedu terdispersi secara sempurna ddidalam air
  5. pada uji petenkofer untuk asam empedu, cairan empedu membentuk dua lapisan yang diantara dua lapisan tersebut terbentuk cincin coklat
  6. pigmen-pigmen empedu berasal dari bilirubin dan biliferdin dari penghancuran eritrosit
  7. pada uji Gmelin dihasilkan cincin coklat
  8. pada uji smith dihasilkan cincin hijau tua


VIII. Daftar Pustaka

dahliaty, dkk. 2011. Diktat Penuntun Praktikum Biokimia Dasar. FMIPA-UR, Pekanbaru